Rusdi Kirana (kiri), direktur Lion Air, menandatangani kesepakatan pembelian 234 jet Airbus.
Prancis
mengumumkan bahwa maskapai penerbangan berbiaya murah Indonesia, Lion
Air, memecahkan rekor dengan memesan 234 pesawat jet penumpang dari
Airbus.
Kantor kepresidenan Prancis mengatakan pada Senin (18/03)
bahwa perjanjian dengan Lion Air, yang bernilai US$23,8 miliar, adalah
yang terbesar dalam sejarah Airbus.
Berdasarkan kesepakatan ini Airbus akan memasok jet A320 dan A321 yang banyak dimanfaatkan di jalur-jalur menengah.
Lion
Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan makin
besar pasar penerbangan di Indonesia, negara dengan jumlah penduduk
terbesar keempat di dunia.
Maskapai ini didirikan pada 1999 dengan modal satu pesawat.
Lion Air saat ini mengoperasikan 92 pesawat, 91 di antaranya buatan Boeing dan satu lagi buatan McDonnell Douglas.
Perlu ratusan pesawat
Lion Air melayani 72 tujuan, sebagian besar di Indonesia, selain juga terbang ke Arab Saudi.
Sebelum memesan pesawat jet buatan Airbus,
Lion Air membeli 230 Boejing 737 senilai US$22,4 miliar pada 2011.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, hadir langsung dalam penandatanganan kerja sama dengan Boeing tersebut.
Ekspansi Lion Air, menurut para pengamat, didukung oleh situasi pasar penerbangan domestik dan regional.
"Mereka
melihat naiknya permintaan di pasar di dalam negeri," kata Brendan
Sobie dari Pusat Penerbangan Asia Pasifik di Singapura, seperti dikutip
kantor berita AFP.
"Bila melihat proyeksi pertumbuhan di
Indonesia, Lion Air butuh beberapa ratus pesawat, dengan catatan
pertumbuhan pasar penerbangan bisa dipertahankan," kata Sobie.